Ratapan Seorang Anak

Ratapan Seorang Anak

Senyum dan tawa,
Serasa telah sirna bersamaan dengan desiran angin yang berhembus
Aura yang dulu penuh semangat, kini tampak layu dan lesu
Sebuah luka dan kepedihan..
Dimatanya tampak jelas, tergambar betapa besar bebanya
Kursi tua di bawah langit biru,
Kini menjadi tempatnya bersandar dan merenung
Menengadahkan kepala,
Seraya langit biru itu berkata “ aku merindukan dirimu yang dulu”
Dia ingin kembali ke sebuah masa,
Menjadi seorang bayi yang tak tahu apa- apa
Disayangi dengan penuh kehatangatan dan kesabaran
Kini, dia terlanjur mengetahui segalanya
Diusia yang dia butuhkan adalah kasih sayang dan belaian
Sebuah kata perpisahan ..
Kata perpisahan yang dia dengar dari percakapan orang tuanya
Seakan memupuskan mimpinya yang indah
Hanya sebuah tanya yang tersimpan di kepalanya
Mengapa ??
Mengapa dulu mereka mengharapkanku,
Jika kenyataanya seperti ini
Ataukah mungkin mereka tak benar- benar mengharapkanku ?
Air matanya menitik melihat burung –burung kecil yang mengikuti induknya
Terlihat induk burung itu mengajarinya terbang dan membuatkanya sarang
Tatapanya dalam seakan merasa iri pada pemandangan itu
Kebersamaan yang tinggal kenangan
Perasaan hancur dan kecewa,
Mengalir deras pada jiwa rapuh yang tak tahu awal dan akhirnya
Hanya sebuah ketakutan dan kekhawatiran yang muncul
Bagaimana hari esok akan dijalani
Tanpa kebersamaan untuknya bersandar
Dan pada siapa dia harus belajar dan berlindung ?
Dibukanya kembali lembaran lama,
Ingatan ketika pertama kali dia bisa berjalan
Saat pertama kali dia bisa menyebut nama mereka
Pertama kali dia mengetahui angka dan huruf
Mereka yang mengajarinya
Mereka mengajari untuk memiliki sebuah cita- cita
Namun mereka pula yang seakan membisikinya dengan lembut
Untuk berhenti berharap
Rasa putus asa dan kebencian pada kehidupan kejam
Namun dia tersadar bahwa hidup harus tetap dijalani
Pada bintang malam, dia menyampaikan pesan indah
pada mereka yang dia sayangi
Mereka yang mengajari banyak hal tentang dunia
Dalam kepedihan, meyakinkan diri pada sebuah cita-cita
Melangkah mengikuti harapan
Bukan menjadi seorang yang kehilangan arah dan putus asa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *