BALADA PEMABUK TUA DAN REMBULAN GILA

BALADA PEMABUK TUA DAN REMBULAN GILA

Ku tulis syair hitam ini untukmu Rembulan gila
Pada kesepian hatiku dan senyap jiwamu
Kita pernah mabuk bersama dilorong gelap sedikit cahaya
Kita bersulang penuh suka tertawa meledak dalam pekat

Sepekat darahku darahmu yang mengalir kedalam gairah cangkir plastik
Kita reguk harum nikmat kolesom ditengah nyanyian cengkirik cengkirik
Mata kita separuh katup dan bibir kita bagai hutan gambut
Tapi dari balik hati kita yang samar sunyi dimana kesepian terpendam lama hakiki

Kita masih dapat menimbang tanya
Berapa kira-kira tegukan lagi semua kan sirna
Kitapun jatuh terlungkup seperti bangkai tikus yang busuk

Pagi jelang punggung Rembulan gila terlebih dulu siuman
Meninggalkanku sipemabuk tua yang belum sadar terkapar
Matahari pagi menghampiri dengan pancaran sinarnya yang menyalak tak bersahabat, ia tendang perutku

Suaranya bergeletar bagai cemeti mencambuk ulu hati
Akupun beranjak dari situ
Dengan jalan agak sempoyongan dan nalar setengah kacau
Kusempatkan dalam hati berkata pada Tuhanku :

Tuhan catat semua dosa telanjangku itu
Sebab dalam kesunyian batin ku
Sudah kutempuh sebuah kejujuran daripada khotbah moral yang nyatanya masih palsu

Jo3 Kheisa

(dadang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *