Mahasiswa Butuh Filsafat

Beberapa waktu lalu saya bertemu dengan teman saya, saya panggil dia Adib. Dia merupakan mahasiswa pascsarjana jurusan filsafat islam. Jelasnya ia lebih tua untuk mengenal pengetahuan daripada saya. Saya bertanya- tanya tentang filsafat, apa sih filsafat?  Dia  mengatakan,“filsafat itu intinya merupakan berfikir secara mendalam.” Banyak yang mengkaji tentang filsafat, yang memiliki arti serta maksud berbeda-beda. Dalam filsafat yunani mengkaji tentang alam, ada juga filsafat barat mengkaji tentang ketuhanan, serta banyak lagi ilmu-ilmu filsafat lainnya. Hal ini menunjukan ilmu filsafat penting bagi mahasiswa untuk berfikir secara mendalam. Mewujudkan mahasiswa berfikir secara kritis serta inovatif. Sebagai insan kampus diharapkan untuk bersikap kritis terhadap berbagai teori mata kuliah yang dipelajari di ruang perkuliahan.

Dalam kemajuan zaman seorang mahasiswa dituntut berfikir secara ilmiah. untuk mewujudkan insan yang intelektual dan menjadikan sumber daya manusia modern Dengan harapan Mampu menghadapi perkembangan zaman. Selain itu seorang mahasiswa yang mempelajari tentang ilmu filsafat akan aktif dalam hal berfikir dan juga cerdas dalam hal ilmu pengetahuan. Selain itu mahasiswa tersebut akan menjadi haus ilmu, karena mahasiswa kecenderungan kefilsafatannya. Seorang  Plato mengatakan, “filsafat adalah pengetahuan yang berminat mencapai pengetahuan kebenaran yang asli.”

Sedangkan muridnya Aristoteles berpendapat, ”filsafat merupakan ilmu (pengetahuan) yang meliputi kebenaran yang terkandung didalamnya ilmu-ilmu metafisika, logika, retologika, etika, ekonomi, politik dan estetika.” Filsafat ilmu berusaha  mengkaji hal-hal tersebut guna menjelaskan hakehat ilmu yang memiliki banyak keterbatasan, sehingga diperoleh pemahaman yang padu. Mengenai berbagai fenomena di alam yang menjadi suatu objek ilmu itu sendiri, serta cenderung terfragmentasi. Filsafat berguna bagi kita karena ia memberikan kita integrasi dalam membantu mengetahui arti dari eksistensi manusia.

Manusia hidup bukan hanya sekedar hidup saja, ataupun bekerja hanya berkerja saja, tetapi hidup juga harus berfikir bagaimana cara menjalani hidup yang baik. Berpikir seringkali diartikan oleh kebanyakan orang adalah suatu cara orang berfilsafat, didorong oleh keinginan untuk memahamkan apa yang telah kita ketahui serta mengetahui apa yang belum diketahui. Berfilsafat untuk menjadikan lebih hidup, lebih bergaya, lebih kritis dan lebih cerdas. Dalam berbagai pengetahuan spesialisasi terdapat sekelompok fakta yang jelas dan khusus. Seorang mahasiswa diberikan problema sehingga mereka dapat memperoleh kemampuan mendapatkan jawaban yang cepat serta mudah. Akan tetapi dalam filsafat terdapat pandangan berbeda-beda dan harus dipikirkan. ada pula problema-problema yang belum terpecahkan, tetapi penting untuk kehidupan. Dengan begitu bidang pemikiran tetap hidup.

Seorang mahasiswa yang berfilsafat, mereka termasuk mahasiswa cerdas dalam hal berfikir. Dan bisa menjadi tolak ukur yang lebih baik untuk sumber daya manusia masa depan, untuk mengubah zaman. Orang yang cerdas pengaruhnya bisa menjadi tradisi orang sekitar, dan orang cerdas dia menggunakan kepalanya dulu sejenak, tidak terlalu cepat menggunakan mulutnya. Hal tersebut gambaran seorang mahasiswa sebenarnya, bukan seorang mahasiswa yang hanya mencari secarik kertas demi memanjangkan namanya sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *