RUANG UKM

Berbicara mengenai ruang UKM memang tak akan pernah ada habisnya. Mulai dari kebersihan, kenyamanan, fungsional, hingga luas ruangan selalu menjadi buah bibir. Untuk itu, dalam tulisan ini, crew skets@ akan menyinggung beberapa permaslahan mengenai pertanyaan- pertanyaan tersebut.

Proporsi Ruangan

Luas ruang UKM ini seukuran dengan luas ruang kelas pada umumnya. Di dalamnya berisi delapan bilik UKM. Setiap biliknya, dibatasi dengan kaca hitam panjang dan tebal. Tingginya tak lebih dari satu setengah meter. Kedelapan bilik UKM mempunyai luas yang berbeda. Lima bilik berukuran kurang lebih dua setengah meter kali dua setengah meter sedangkan tiga bilik lainnya berukuran kurang lebih satu setengah kali satu setengah meter.Untuk fungsinya, satu bilik UKM ditempati oleh dua Ormawa. Dengan ukuran yang tak luas ini, kawan-kawan ormawa dituntut agar lebih pandai dalam memanfaatkan bilik UKMnya.

Nurul Baiti (Menteri UKM)sendiri juga tak mengingkari akan sempitnya ukuran ruang UKM. Menurutnya, sempit atau tidaknya ruang UKM tergantung dari cara pemanfaatannya. “Emang bener kurang ombo, karena apa? Mereka kan menggunakan untuk kumpulan gitu lo. Beda lagi kalau mereka menggunakan untuk  sekretariatan  istilahe kantor. Terus kalau misalkan kumpulan kan bisa diluar  kan ndak masalah gitu lo.” Ujarnya saat kami temui di ruang BEM (28/02).

Terlepas dari bilik UKM, di sisi barat ruangan terdapat enam belas loker UKM. Secara fungsinya, keenam belas loker itu disediakan untuk menyimpan barang ataupun arsip pribadi setiap ormawa. Untungnya, setiap ormawa mendapat jatah satu loker penuh. Alias tidak perlu berbagi loker dengan UKM lain. Sayangnya, tak semua loker dalam kondisi normal. Entah pintunya yang tak bisa dikunci ataupun lepasnya engsel loker. “Untuk loker-lokernya kan juga ada beberapa yang rusak rencana kita juga akan mengadakan pembenahan tetapi belum tahu ini nanti akan ditindaklanjuti atau tidak. Di acc atau tidak sama lembaga.” Ujarnya.

Diatas loker-loker ini ada tumpukan barang yang tak tertata, kotor dan tak terurus. Barang-barang sisa kegiatan sepertinya. Entah milik siapa, yang pasti barang-barang itu tergeletak di atas loker. Padahal, seharusnya barang-barang itu berada didalam loker atau didalam bilik UKM pemilik.

 

Kebersihan Ruang UKM

Ditengah-tengan ruang UKM ini terbentang karpet biru yang biasanya digunakan sharing oleh kawan-kawan Ormawa. Tempat inilah yang sering diabaikan kebersihannya. Terlebih jika usai digunakan untuk camp kegiatan. Kondisi kebersihannya semakin tak terkontrol. Sisa guntingan kertas, sisa makanan, sisa kapas make up dibiarkan berceceran begitu saja.

Kondisi di luar ruang UKM juga sangat rentan akan kebersihan. Mayoritas, kawan-kawan ormawa membuang sampah-sampahnya di tempat ini. Meskipun terkadang tak ada tempat sampah, tetap saja mereka membuang di tempat ini juga. Pernah suatu ketika sampahnya menumpuk menyerupai gundukan gunung.Pemandangan ini, menambah nilai buruk keberadaan ruang UKM.

Menanggapi hal ini, BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) berencana untuk mengadakan kegiatan bersih-bersih bersama dengan seluruh ormawa. Baik UKM maupun HMP.“Rencana juga kita akan mengadakan bersih-bersih bersama. Jadi semua Ormawa dan juga menteri UKM dan HMP itu juga rencana akan mengadakan bersih-bersih bersama. Jadi yang ruangan UKM itu kita bersihkan serapi mungkin sebersih mungkin.” Tegas Baiti.

 

Secara Fungsional

Dari delapan bilik UKM yang ada di ruang ini, terdapat satu bilik kosong tak terpakai. Bilik ini berada diantara bilik UPM Skets@_Kampus, Iklim dan Kewirausahaan, PIK.Kabarnya, dulu bilik itu milik UKM Mapala (Manusia Pecinta Alam). Namun, semenjak UKM Mapala mempunyai ruang kesekretariatan baru, bilik tersebut sudah tak dihuni lagi. Sayangnya, hingga saat ini pihak BEM belum menindaklanjuti perihal bilik kosong tersebut. Padahal sangat disayangkan apabila bilik itu dibiarakan kosong tanpa penghuni. Sedangkan dalam kondisi lain, masih ada ormawa yang belum kebagian ruangan.“Mungkin kan ada beberapa UKM yang belum mendapatkan ruangan, itu nanti akan segera ditindaklanjuti.” Tegas Baiti.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *