MELONGGARKAN INDEPENDENSI DEMI DEMOKRASI

           

            LPM Skesta yang merupakan pers mahasiswa di kampus STKIP PGRI Tulungagung. Sebagai pers mahasiswa, Sketsa haruslah independen atau tidak memihak. Dalam Pemilu Raya yang diselenggarakan saat ini.  Sketsa menjadi salah satu UKM yang merekomendasikan pasangan nomor urut dua.

            Alasan mengapa UKM Sketsa menjadi perekomendasi dari pasangan nomor dua disampaikan Ketua UKM Sketsa sendiri, Risky ketika memberi konfirmasi di rumahnya (27/11). Sebelumnya pasangan urut satu telah mendapat surat rekomendasi sebanyak 15 rekomendasi dan menyisakan  10 ormawa. Dan saat hari penutupan (24/11) pasangan nomor urut dua masih memiliki lima surat rekomendasi.

            Ormawa yang belum memberi rekomendasi secara resmi antara lain UKM Sketsa, UKM Mapala-Kismapala, UKM MC, HMP PGSD dan HMP PKN. Namun pasangan nomor dua tidak bisa mendapatkan rekomendasi dari empat ormawa lainnya. “Mengingat pasangan urut nomor dua masih memiliki kekurangan satu rekomendasi ormawa dan waktu pendaftarannya mepet, jadi saya berikan rekomendasi untuk pesta demokrasi” ujar mahasiswa PTI (Pendidikan Tekhnologi Informasi) tersebut.

            Dalam hal surat rekomendasi memang belum terlalu banyak diatur dalam sidang KKBM. Dalam keputusan sidang KKBM, calon presiden mahasiswa harus memiliki minimal enam surat rekomendasi. Batas maksimal jumlah rekomendasi belum diatur dalam KKBM. “Kritisi kebijakan KKBM tahun depan untuk mengatur kebijakan rekomendasi ormawa, karena dalam situasi seperti saat ini terkesan ada monopoli rekomendasi” ungkapnya.

            Namun dalam tindak lanjutnya UKM Sketsa akan bersikap independen dengan tidak ikut campur dalam kampanye. “sebenarnya UKM Sketsa harus bersifat netral dalam Pemilu Raya. Namun terkait rekomendasi kami berikan untuk menjalankan pesta demokrasi agar sesuai dengan prinsip demokrasi” tegasnya. (ant)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *