Rusunawa Segera dibangun di STKIP PGRI Tulungagung

Waka III Kemahasiswaan & Kepala UPT Kemahasiswaan sedang meninjau lokasi penentuan kedalaman tanah.

 

Memasuki awal tahun 2018, STKIP PGRI Tulungagung memulai persiapan pembangunan rusunawa. Pembangunan tersebut memang sudah dicanangkan sejak tahun 2017 lalu. Pembangunan direncanakan akan selesai tahun ini. Penyediaan rusunawa sendiri ditujukan untuk mahasiswa kampus STKIP PGRI Tulungagung.

Jum’at  26 Januari 2018, terlihat beberapa orang dengan alat mirip pengebur tanah berada didepan halaman masjid Nurul Hikmah. Alat tersebut sendiri memiliki fungsi untuk menentukan kedalaman keras tanah yang akan segera dibangun rusunawa untuk mahasiswa. Fajar selaku kepala UPT Kemahasiswaan yang berada didepan halaman masjid berkata,” Untuk menentukan kedalaman tanah keras ini nantikan di tiang pancang kan, tiang pancang berapa puluh meter yang dibutuhkan nanti ini ada hasilnya tes. Ini keliatannya sekitar 30 sampai 40 meter, jadi baru di tiang pancang.”

Selain itu Hari selaku waka III kemahasiswaan menambahkan,”Sebenarnya ini nantikan lantai 3, kaki-kakinya harus kuat ya kita kaitkan dengan tiang pancang. tiang pancang itu tempat satu dengan yang lain kan berbeda tanahnya jadi ini di cek dulu kedalaman tanah kerasnya berapa meter.”

Dengan pengambilan sampel tersebut juga berfungsi untuk membedakan tanah berlumpur dan pemakaian jenis tiang pancang dan panjang yang digunakan. “Kalau tanah tidak stabil juga butuh banyak tiang pancang, ini juga deket sungai,”imbuh Fajar.

Untuk awal pembangunan rusunawa sendiri memang masih belum diketahui secara pasti kapan waktunya. Hari mengatakan, “ini tahap awal dalam pengecekan, akan diperkirakan sesuai dengan situasi dan kondisi. kemudian kapan , yang  jelas tahun ini harus selesai. Dimulainya pembangunan sendiri masih belum pasti. Perkiraan feburari atau maret sudah mulai, harapannya. Ini perkiraan, jadi tahun ini kita sudah punya rusunawa.”

Pembangunan rusunawa yang direncanakan sejak tahun lalu tersebut memang pada dasarnya untuk mahasiswa dan mengikuti regulasi pelaksanan PPG dikampus STKIP PGRI Tulungagung. “Tentunya rusunawa untuk mahasiswa, termasuk mahasiswa ppg.  Jadi ya tentu kalau ada sarana seperti itu dimanfaatkan seoptimal mungkin. Kalau misalnya PPG-nya memerlukan itu dan memang ada ya PPG. Tapi sebelum PPG kan mahasiswa kita sudah ada. dan setahun kedepan kan belum tentu kita siap PPG. Jadi sarana ini yang penting segera dibangun,” imbuh Hari.(Ris

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *