Pergeseran Makna Ngopi

“Woi, udah pada ngopi belum. Diem-diem bae, ngopi ngapa ngopi”, kata anak kecil yang videonya tersebar luas di Instagram belakangan ini . 

            Ngopi pada dasarnya merupakan sebuah kegiatan menikmati minuman kopi. Dalam hal ini, kegiatan yang bermakna ngopi memiliki perubahan makna dan definisi. Orang- orang tua sudah terbiasa ngopi di rumah ataupun warung pojokan terminal kota sambil berbincang mengenai pelbagai persoalan. Para akademisi juga terbiasa ngopi, namun bukan di pojokan terminal lagi tempatnya. Ngopi dirubah definisinya di lingkungan akademisi, tak lagi menikmati sebuah kopi. Melainkan merubah definisi ngopi utuk mencari solusi tugas kuliah dengan cara cepat dan mudah.

            Di kota Tulungagung sendiri memiliki banyak tempat yang nyaman untuk menikmati kopi. Mudah saja menemukan tempat ngopi di setiap sudut kota sampai sudut desa. Tempat ngopi biasanya di kunjungi oleh orang dari berbagai latar belakang. Mereka menghabiskan waktu untuk sekedar ngopi sambil ngobrol sampai berganti hari atau bermain papan catur. Kini tempat ngopi tidak hanya menawarkan kopi untuk para pengunjungnya. Kita bisa dengan mudah menemukan  terminal (stop kontak) dan signal wifi, yang menjadi hal wajib disediakan oleh penjual.

            Pengunjung tak lagi hanya ngobrol atau bermain papan catur, hampir keseluruhan pengunjung ngopi sambil bermain gadget dan laptop. “Niatnya sih ngopi cuma pesennya es tape susu dan disana cuma streaming film”, Ujar eko pengunjung warung kopi sekaligus mahasiswa.

Karena tingginya aktifitas muda- mudi di lingkungan warung kopi, hampir seluruh warung kopi pasti menyediakan terminal (stop kontak) dan wifi untuk memikat banyak pengunjung. Tingginya minat pengunjung warung kopi juga dipengaruhi oleh seberapa kencang wifi yang disediakan penjual. “semakin cepat wifi-nya berarti semakin enak, pokok saya suka mengunjungi warung yang wifi-nya kencang”,Ujar Edo pelanggan tetap warung kopi wifi kencang.

Mahasiswa sekarang memang sangat akrab dengan warung kopi, dengan tujuan berdiskusi atau mengerjakan tugas kuliah mereka. “Paling tidak sepulang saya kuliah, saya pasti mampir ke warung kopi”,imbuh edo.

            Definisi ngopi yang pada awalnya hanya diperuntukan untuk menikmati kopi tapi kini oleh para akademisi dirubah menjadi menikmati karya orang lain. Karena kurangnya aspresiasi atas suatu karya, ngopi karya orang lain dianggap sah saja selama tidak ketahuan. Hanya cukup bermodalkan laptop dan bantuan signal wifi banyak mahasiswa yang pergi ke warung kopi atau tempat yang mampu memberi mereka fasilitas untuk menjalankan kejahatan akademis tersebut.

              Anehnya, banyak orang yang dengan bangga memberi cap karya orang lain sebagai karya orisinilnya sendiri. Begitu ketahuan penjiplak sudah pasti harus mempertanggungjawabkan kejahatan intelektual yang dilakukannya. Sesuai Undang- Undang No 19 Tahun 2002 Pasal 12 dan Pasal 15 mengenai hak cipta. Selain itu Undang- Undang No 20 Tahun 2003 Pasal 25 Butir ke 2 berbunyi, lulusan perguruan tinggi yang karya ilmiahnya digunakan untuk memperoleh gelar akademik, profesi, atau vokasi terbukti merupakan jiplakan dicabut gelarnya.

            Ngopi karya orang lain itu berbahaya, apalagi sudah dilindungi undang- undang. Sewajarnya akademisi, khususnya mahasiswa  sudah memiliki kesadaran anti plagiasi sejak awal memasuki perguruan tinggi. Meski begitu, tidak hanya mahasiswa saja yang dilarang plagiasi, para dosen pun juga harus mematuhi aturan tersebut. Tengoklah tahun lalu dimana terdapat temuan plagiasi di lingkungan akademis. Dimana lingkungan yang seharusnya memecahkan cangkang telur dengan tetatasan pemikiran teranyar namun malah mecuri telur lain yang telah menetas.Tahun 2017 tepatnya, ditemukan temuan plagiasi di kampus UNJ yang dilakukan Nur Alam sekaligus Gubernur non-aktif  Sulawesi Tenggara. Hal tersebut tentu menjadi pelajaran berharga bagi generasi muda untuk tidak menjadikan sebuah karya, seperti jurnal, skripsi, tesis, dan penelitian seseorang sebagai sasaran untuk di copy karyanya.

            Dengan plagiasi karya orang lain memang akan membuat kita dengan cepat dan mudah dalam menyelesaikan sebuah tugas kuliah. Tapi itu tidak akan membuat pengetahuan dan pikiranmu berkembang. Kamu tidak akan meraih apa- apa selain membanggakan karya orang lain. Apa kamu rela karyamu diakui oleh orang lain sebagai karya miliknya ? padahal energi dan pikiran yang telah kamu curahkan untuk menghasilkan sesuatu tidaklah sedikit.Setidaknya biarkanlah makna ngopi tetap pada definisi awalnya. Menikmati kopi dan berbincang- bincang dengan kawan – kawan atau menikmati kopi sambil berdiskusi atau menikmati tape susu sambil streaming film. Setidaknya buat hal positif dari ngopi-mu. Salam Persma !!!

“Seorang terpelajar harus berlaku adil sudah sejak dalam pikiran, apalagi dalam perbuatan”

~Pramoedya Ananta Toer, Bumi Manusia~

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *